Pembangunan Berkelanjutan
Kami merupakan penghasil terbesar konsentrat tembaga dunia dari bijih mineral yang juga mengandung emas dalam jumlah yang berarti. Kami sadari bahwa kebutuhan ekonomi tersebut perlu diimbangi dengan kebutuhan sosial dan lingkungan hidup, sehingga dalam memenuhi tuntutan generasi masa kini, kami tidak mengganggu kesinambungan kehidupan generasi di masa datang. Hal ini merupakan inti dari konsep pembangunan berkelanjutan yang kami lakukan. Dengan berkarya guna mencapai pembangunan berkelanjutan dalam kegiatan dan program usaha, kami ikut menjamin lingkungan hidup dan masyarakat yang sehat di wilayah kerja kami dan masyarakat di sekitar kami, yang menjadi sangat penting bagi keberhasilan kami di masa depan.
Jakarta, 2 November
2011 -PT Freeport Indonesia (PTFI) telah beriktikad
baik dengan melakukan perundingan bersama Pimpinan Unit Kerja
Serikat Pekerja PTFI dalam rangka mencapai kesepakatan yang adil dan
wajar dalam mencapai Perjanjian Kerja Bersama (PKB) untuk periode
2011 - 2013, serta telah meningkatkan penawarannya agar masalah
dapat segera diselesaikan. PTFI senantiasa mengikuti proses hukum
pada setiap langkah dan telah menerima anjuran dari proses mediasi
yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian
Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Perusahaan tengah menempuh
penyelesaian melalui Pengadilan Hubungan Industri, sementara tetap
beriktikad baik menjalankan perundingan secara bipartit guna
mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
Paket kompensasi yang ditawarkan kepada Pimpinan Unit Kerja Serikat
Pekerja merupakan yang terbaik bagi karyawan dengan keterampilan
setara di Indonesia. Kendati Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja
telah merevisi penawarannya, upah pokok yang diharapkan mengalami
kenaikan sebesar lebih dari 400%, sehingga total penghasilan bulanan
akan berlipat ganda penghasilan bulanan yang saat ini diterima oleh
karyawan dengan keterampilan setara di dalam negeri.
Penawaran oleh Manajemen PTFI yang terakhir memastikan bahwa
karyawan yang ada di level kompetensi terendah untuk kategori non
staff/operator lapangan di Divisi Operasi menerima penghasilan kotor
minimal Rp 12,7 juta per bulan. Sementara itu penawaran Pimpinan
Unit Kerja Serikat Pekerja akan menjadikan penghasilan kotor
karyawan pada level tersebut sebesar Rp.28 juta per bulan. Penawaran
Manajemen PTFI akan menjamin penghasilan kotor sebesar Rp.19 juta
per bulan untuk karyawan level non staff dengan kompetensi tertinggi
di Divisi Operasi. Sedangkan sesuai penawaran Pimpinan Unit Kerja
Serikat Pekerja yang terakhir, bahwa penghasilan kotor untuk
karyawan non-staff level teratas tersebut akan menjadi sebesar Rp 78
juta per bulan.
Freeport-McMoRan Copper & Gold (FCX) merupakan perusahaan induk dari
PTFI. Chairman FCX James R. Moffett dan CEO FCX Richard C. Adkerson
menyampaikan: “Kami prihatin atas dampak dari mogok kerja terhadap
karyawan PTFI dan keluarga mereka, dan Manajemen PTFI tengah
berupaya menyelesaikan perundingan secepat mungkin. Penawaran yang
kami sampaikan cukup adil dan besar, dan tim Manajemen PTFI memiliki
komitmen untuk mempertahankan kondisi dan lingkungan kerja yang
kondusif, bersaing dan nyaman bagi karyawan kami. Kekerasan dan
tindakan intimidasi yang dilakukan terhadap karyawan yang memilih
untuk tetap bekerja dan kerusakan yang dilakukan terhadap sarana dan
prasarana Perusahaan tidak menguntungkan para pemangku kepentingan
dan merupakan tindakan melanggar hukum. Kami menghargai dukungan
dari Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Daerah untuk melindungi
Perusahaan yang merupakan obyek vital nasional, dan bersama ini kami
menghimbau semua pemangku kepentingan agar dapat bekerja sama dengan
Presiden Direktur PTFI Armando Mahler dan anggota Manajemen PTFI
untuk menyelesaikan perundingan PKB secara baik dan memulihkan
penegakkan hukum dan ketertiban di wilayah Mimika".
Kontribusi PTFI kepada Indonesia & Papua
•PT Freeport Indonesia telah membayar 2 miliar dolar AS yang terdiri
dari pajak, royalti, dan dividen pada 9 bulan pertama di tahun 2011
dan 13,4 miliar dolar AS secara total sejak 1992 berdasarkan Kontrak
Karya saat ini.
•Hasil penelitian dari Universitas Indonesia menunjukkan bahwa PT
Freeport Indonesia berkontribusi lebih dari 96% produk domestik
bruto (PDB) Kabupaten Mimika dan lebih dari setengah bagi PDB
Provinsi Papua.
•PT Freeport Indonesia mempekerjakan sekitar 22.000 karyawan di
Papua, yang mencakup 98% warga Negara Indonesia yang 28%nya adalah
karyawan asal Papua.
•Pada tahun 2003, PT Freeport Indonesia mendirikan Institut
Pertambangan Nemangkawi (IPN) untuk memperoleh kesempatan
meningkatkan kompetensi, khususnya untuk masyarakat asal Papua yang
memberikan kesempatan bagi pemuda pemudi warga Indonesia untuk
memperoleh kesempatan kerja sebagai bagian dari operasi PT Freeport
Indonesia. Sampai tahun 2010 hampir 3,500 siswa magang telah
mengikuti pelatihan di IPN dan memperoleh keterampilan untuk menjadi
karyawan yang produktif.
•Pada tahun 2010, PT Freeport Indonesia melakukan investasi lebih
dari 137 juta dolar AS pada berbagai program pembangunan
berkelanjutan di Papua yang mana 64 juta dolar AS didedikasikan bagi
komunitas lokal melalui Dana Kemitraan bagi Pengembangan Masyarakat.



