PT Freeport Indonesia (PTFI) memberi manfaat ekonomi langsung maupun tidak langsung yang cukup besar bagi pemerintah pusat, Provinsi Papua dan Kabupaten Mimika dan bagi ekonomi Papua dan negara Indonesia secara keseluruhan. Manfaat langsung kepada Republik Indonesia mencakup pajak, royalti, dividen, retribusi dan dukungan langsung lainnya. Kami merupakan penyedia lapangan kerja swasta yang terbesar di Papua dan termasuk diantara wajib pajak nasional terbesar. Selama 2008 manfaat langsung dari PTFI mencapai sekitar 1,2 miliar dolar AS. Sejak dimulainya kontrak kami yang berlaku saat ini dengan pemerintah Indonesia pada 1992, manfaat langsung bagi Indonesia seluruhnya mencapai lebih dari 8 miliar dolar AS.
Kontribusi tidak langsung bagi Indonesia termasuk investasi infrastruktur di Papua seperti kota, instalasi pembangkit listrik, bandara udara dan pelabuhan, jalan, jembatan, sarana pembuangan limbah, dan sistem komunikasi modern. Infrastruktur sosial yang disediakan oleh perusahaan termasuk sekolah, asrama, rumah sakit dan klinik, tempat ibadah, sarana rekreasi dan pengembangan usaha kecil dan menengah. PTFI telah melakukan investasi senilai kurang lebih 6 miliar dolar AS pada berbagai proyek tersebut selama proyek tersebut dilaksanakan.
Total nilai pembelian barang dan jasa dalam negeri secara lokal mencapai 271 juta dolar AS pada 2008 yang meningkat 43,8% dibandingkan 2007. Barang dalam negeri tersebut merupakan 21,3% dari semua barang pembelian PTFI.
Sekitar 80% dari seluruh pembelian jasa oleh PTFI terdiri dari produk dalam negeri, dengan nilai total mencapai 469 juta dolar AS. Dari semua pembelian jasa dalam negeri, 7% berasal dari perusahaan yang berada di Papua; dan dari seluruh jasa yang dibeli di Papua, 28% dibeli dari usaha yang dimiliki warga Papua, dengan total nilai lebih dari 9 juta dolar AS.
Berdasarkan studi yang dilakukan Lembaga Penelitian Ekonomi dan Sosial Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, kontribusi PTFI terhadap produk domestik bruto (PDB) negara Indonesia, Provinsi Papua, dan Kabupaten Mimika masing-masing sebesar 1,3%, 40% dan 96% pada tahun 2008.
Pada akhir 2008, PTFI secara langsung mempekerjakan 11.659 pekerja; dari jumlah tersebut, 3.353 (29%) terdiri dari warga Papua. Termasuk karyawan kontraktor, total jumlah pekerja pada kegiatan PTFI per akhir 2008 mencapai 21.053 orang.
Berdasarkan sebuah kesepahaman bersama yang ditandatangani bersama Gubernur Papua, PTFI berkomitmen menyumbang pasir sisa tambang/SIRSAT sebagai bahan konstruksi untuk pembangunan infrastruktur di Papua, termasuk jalan dan sarana umum. PTFI juga menyanggupi komitmen sebesar 400.000 dolar AS per tahun selama lima tahun (mulai 2006) untuk berbagai proyek pembangunan di kabupaten Mimika.
Pada tahun 2008 PTFI menyanggupi komitmen sebesar 34,6 juta dolar AS bagi Dana Kemitraan Freeport untuk Pengembangan Masyarakat yang dikelola Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK). Dari jumlah tersebut, 25 juta dolar AS disalurkan kepada LPMAK dan sisa 9,6 juta dolar AS akan diserahkan pada saat perpanjangan nota kesepahaman bersama organisasi tersebut. LPMAK bermitra dengan pemerintah daerah setempat, LSM dan mitra masyarakat lainnya guna mendukung pendidikan, kesehatan dan pembangunan ekonomi masyarakat setempat.
Selain Dana Kemitraan, PTFI telah menyumbang 30,5 juta dolar AS untuk berbagai prakarsa investasi masyarakat, termasuk sumbangan tunai sebesar 2,4 juta dolar AS, 25,6 juta dolar AS untuk program masyarakat dan layanan yang dikelola langsung oleh PTFI dan 2,5 juta dolar AS untuk investasi infrastruktur.

