Sejalan dengan Kontrak Karya kami di Indonesia, tanggung jawab kami selaku warga korporasi dan Prinsip-prinsip Sukarela tentang Keamanan dan Hak Asasi Manusia selain kewajiban perusahaan kami untuk melindungi karyawan dan harta benda kami, PTFI telah mengambil langkah-langkah yang sesuai untuk menyediakan lingkungan kerja yang aman dan tenteram. Sebagai bagian dari program keamanan kami, perusahaan memiliki departemen pengamanan internal yang melakukan fungsi seperti perlindungan sarana perusahaan, pemantauan pengiriman barang melalui bandar udara dan terminal, membantu pengendalian lalu lintas, dan memberi bantuan operasi penyelamatan.

Karyawan satuan pengamanan PTFI (yang jumlahnya sekitar 750 orang) tidak membawa senjata dan menjalankan tugasnya sesuai dengan peran yang diembannya sebagai petugas pengamanan internal. Pada 2008, total biaya departemen satuan pengamanan internal kami mencapai 22,7 juta dolar AS (22,5 juta dolar AS bersih untuk PTFI). Setiap karyawan departemen pengamanan menjalani pelatihan di bidang HAM secara menerus dan wajib membuat pernyataan setiap tahun akan ketaatannya terhadap kebijakan HAM kami.
PTFI, sebagaimana berlaku bagi semua usaha dan warga Indonesia, bergantung pada Pemerintah Indonesia untuk pemeliharaan ketertiban umum, penegakan hukum dan perlindungan manusia dan harta benda. Tambang Grasberg telah ditetapkan sebagai salah satu obyek vital nasional oleh Pemerintah Indonesia. Penetapan tersebut berakibat dengan peran serta lembaga pertahanan Indonesia yang cukup besar dalam melindungi wilayah kegiatan perusahaan tersebut. Dalam rangka itu Pemerintah Indonesia bertanggung jawab menugaskan anggota Polri dan TNI berikut pembiayaan dan pengaturannya. Dari awal kegiatan PTFI, dikarenakan keterbatasan sumberdaya Pemerintah Indonesia dan lokasi Papua yang terpencil serta pembangunannya yang tertinggal, Pemerintah Indonesia mengandalkan dukungan logistik dan infrastruktur dari perusahaan selain biaya tunjangan untuk penyediaan jasa tersebut.
Jumlah personil pasukan keamanan pemerintah yang bertugas di wilayah tersebut dan menerima dukungan dari perusahaan saat ini mencapai sekitar 1.860 orang, termasuk antara lain Satuan Polisi Air dan Udara di pelabuhan, satuan angkatan udara di bandara udara, pasukan anti-huruhara untuk penanganan gangguan sipil, maupun pengamanan garis batas dan lokasi pada tambang dan pabrik pengolahan.

