Program jangka panjang pemantauan lingkungan hidup PTFI mengevaluasi potensi dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan kami, dengan secara rutin mengukur mutu air, biologi, hidrologi, sedimen, mutu udara dan meteorologi di dalam wilayah kegiatan kami. Pada tahun 2005, program pemantauan secara keseluruhan tersebut mencakup pengumpulan hampir 7.500 sampel lingkungan hidup dan pelaksanaan lebih 52.000 analisa secara terpisah terhadap sampel-sampel tersebut, termasuk biologi akuatik, jaringan akuatik, jaringan tumbuhan, air tambang, air permukaan, air tanah, air limbah sanitasi, sedimen sungai, dan tailing. Program tersebut menjamin agar kami senantiasa memiliki data ilmiah yang diperlukan untuk membuat keputusan manajemen terhadap kegiatan kami dalam upaya meminimalisasi dan mengurangi dampak terhadap lingkungan hidup.
PTFI tidak menggunakan merkuri ataupun sianida dalam setiap proses yang dilakukannya, melainkan menggunakan suatu proses flotasi yang memisahkan secara fisik mineral yang mengandung tembaga dan emas dari bijih. Pemantauan komprehensif yang dilakukan selama bertahun-tahun tetap menunjukkan tidak ditemukannya tingkatan merkuri, arsenik ataupun sianida yang berarti di dalam air, sedimen, ikan atau tumbuh-tumbuhan pada wilayah kegiatan kami.
Antara 1999 dan 2005 terkumpul hampir 6.000 hewan air akuatik dan dilakukan lebih 33.000 analisa terhadap sampel tersebut. Pemantauan terhadap benthos, atau organisme penghuni dasar perairan, berlanjut pada tahun 2005 di 16 lokasi di estuaria dan 40 lokasi di Laut Arafura. Dari hasil studi yang dilakukan berdasarkan AMDAL 300K yang telah disetujui, teridentifikasi bahwa organisme-organisme ini berisiko terhadap keberadaan sedimen. Hasil temuan pemantauan menunjukkan bahwa lokasi tailing pada umumnya dipadati oleh polychaetes, atau cacing laut, yang sangat kecil, yang merupakan spesies perintis pada daerah terganggu. Saat ini, terjadi peningkatan keanekaragaman benthos di estuaria Minajerwi, yakni daerah yang menjadi tempat penerimaan tailing sebelum dilakukan perancangan dan pembangunan Daerah Pengendapan Tailing, dan diidentifikasikan bahwa tidak akan ada dampak jangka panjang setelah kegiatan tambang selesai. Pemantauan juga menunjukkan tidak adanya dampak tailing terhadap benthos laut di Laut Arafura di luar daerah pengelolaan tailing.

