Pelatihan Tumpahan OHS di Grasberg

Divisi Concentrating PT Freeport Indonesia (PTFI) mengadakan latihan menanggapi keadaan darurat terutama tumpahan bahan berbahaya di area Overburden Handling System 3 (OHS) di Grasberg (28/10).

Frans Kopeuw (kiri) dari ERG mengevaluasi penanganan tumpahan.

Latihan ini mengikuti skenario seperti berikut: Kegiatan operasi sementara berjalan normal, tiba-tiba satu kendaraan kecil dengan satu penumpang yang datang dari Crusher 5/8 menabrak kontainer bahan berbahaya di OHS3 karena kabut tebal yang menyelimuti area tersebut. Kontainer tersebut bocor dan terjadi tumpahan cairan berbahaya dan kendaraan mengalami kerusakan pada kendaraan. Operator OHS secepatnya melaporkan kejadian tersebut ke Command Center dan Command Center melanjutkan informasi tersebut kepada pihak yang bersangkutan. Petugas Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) memeriksa penumpang dan pengemudi LV kemudian Tim Emergency Response Group (ERG) yang tiba di tempat kejadian tidak lama setelah itu menanggapi ke area dan mengevakuasi korban secepatnya. Setelah korban dievakuasi dari tempat kejadian dan area dinyatakan aman, penanganan tumpahan dilakukan. Tumpahan diberikan absorbent dan kemudian dibersihkan dengan memindahkan tumpahan yang sudah tercampur absorbent ke dalam tanki yang tersedia. Garis pembatas dipasang di area insiden. Untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, korban perlu dibawa ke RS. Tumpahan cairan berbahaya ditangani sesuai prosedur.

Tim ERG melakukan pertolongan pertama kepada korban saat pelatihan.

"Kegiatan ini betujuan untuk meningkatkan kesiapan dari semua pihak apabila terjadi insiden yang berhubungan dengan K3 maupun yang berhubungan dengan lingkungan di area PTFI," jelas Superintendent OHS/Lime Operations PTFI M. Adidjatmika, yang menjadi koordinator Latihan ini. "Dengan adanya latihan ini kita dapat mengetahui hal hal positif yang telah di lakukan sesuai prosedur sehingga perlu di pertahankan dan di sisi lain kita juga dapat mengevaluasi hal-hal yang masih perlu di perbaiki atau ditingkatkan dalam rangka menangani tanggap darurat," terusnya.

Tim evaluasi berdiskusi mengenai pelatihan.

Perwakilan International SOS dan Security & Risk Management (SRM) juga ikut serta mengevaluasi pelatihan ini yang hasilnya kemudian di sampaikan dan didiskusikan sesuasi pelatihan. Secara keseluruhan pelatihan berjalan dengan lancar, cepat dan tepat. M. Adidjatmika mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, ERG, International SOS, SRM, Safety & Industrial Health, Environmental dan Loss Control Divisi Concentrating dan mengharapkan di waktu yang akan datang semua pihak dapat bekerja sama dengan baik dalam menanggapi keadaan darurat di area tersebut. (ay)

Mochamad Adidjatmika (tengah) memimpin meeting peninjauan kembali hasil drill.