PT Freeport Indonesia (PTFI) ikut berpartisipasi dalam Konferensi Keanekaragaman Hayati Internasional pertama di Jayapura pekan lalu. "Bekerjasama untuk Pembangunan yang Berkelanjutan di Tanah Papua untuk Masa Depan Kita" merupakan tema dari penyelenggaraan International Biodiversity Conference on Sustainable Development pertama pada tanggal 11-14 November 2009 di Kantor Gubernur Papua, Jayapura. Kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama Pemerintah Daerah Provinsi Papua, Conservation International, dan World Wildlife Foundation (WWF) ini dibuka secara resmi oleh Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta melalui video conference pada hari Rabu (11/11). Gubernur Provinsi Papua Barnabas Suebu, Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat Drs. Rahimin Kacong, M. Ed, Direktur Jenderal Planologi Departemen Kehutanan Departemen Kehutanan Ir. Soetrisno MM, Muspida Provinsi Papua, dan juga beberapa staf senior PTFI turut hadir dalam pembukaan tersebut.
Konferensi ini bertujuan untuk mendapatkan masukan-masukan berdasarkan pengalaman dan praktek-prakek terbaik dari para pelaku penelitian keanekaragaman hayati dan konservasi selama ini, dan untuk memulai sebuah komitmen dari pemerintah di Tanah Papua, komunitas bisnis, lembaga swadaya masyarakat, ilmuwan, konservasionis, dan masyarakat di daerah, nasional dan internasional dalam upaya untuk mengintegrasikan kegiatan pembangunan di Tanah Papua dengan konservasi keanekaragaman hayati dan sumber daya alam secara berkelanjutan bagi Indonesia dan seluruh dunia.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 400 peserta dari kalangan korporasi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), masyarakat di daerah, nasional dan internasional, pemerintah, ilmuwan, konservasionis, dan media ini, menghadirkan 26 pembicara dari dalam dan luar negeri yang menyajikan berbagai makalah yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati kepada peserta. Kegiatan pameran juga digelar sebagai rangkaian kegiatan konferensi, peserta pameran ini antara lain PTFI, WWF, USAID, pameran kerajinan tradisional, dan lain-lain. Selain berpartisipasi pada acara Pameran, PTFI juga memberikan pemaparan mengenai Tanggung Jawab Korporasi PTFI di Bidang Sosial dan Lingkungan PTFI yang dipresentasikan oleh Mindo Pangaribuan sebagai juru bicara PTFI pada salah satu sesi kelompok acara konferensi yang bertajuk "Otonomi Khusus Papua, Rekognisi Hak Ulayat terhadap Sumber Daya Alam dan Penerapan di Lapangan."
Sesuai dengan tema dari kegiatan ini, stand PTFI menampilkan poster-poster dan buku-buku mengenai program keanekaragaman hayati dan pengelolaan lingkungan di PTFI. Para pengunjung juga memperlihatkan ketertarikannya pada kegiatan lingkungan dan pengembangan masyarakat. Pojok stand PTFI juga menyajikan kopi Amungme Gold di mana para pengunjung berlomba-lomba untuk mencicipi kopi dari pegunungan Nemangkawi tersebut.

