Ribuan komunitas muslim di lingkungan PT Freeport Indonesia (PTFI) menunaikan sholat Idul Adha 1430H berjamaah secara serentak pada Jumat (27/11). Di Dataran Tinggi, ribuan umat muslim dari Tembagapura dan sekitarnya memadati lapangan sepak bola Tembagapura untuk menunaikan sholat sunnah dua rakaat tersebut. Ustadz Prof. Dr. Afif Muhammad MA dari Bandung berkesempatan menjadi khotib dan imam sholat. Sementara di Dataran Rendah, sholat ied dilaksanakan di Masjid Baiturrahim, Kuala Kencana. Lebih dari tiga ribu jamaah yang berasal dari Kuala Kencana dan sekitarnya memadati halaman masjid sampai area Alun-alun. Dalam kesempatan itu, Ustadz Habib Achmad bin Yunus Al-Muchdor LC menjadi khotib sekaligus imam sholat.

Ketua Panitia Pelaksana Program Ramadhan dan Qurban (P3RQ) HMM PTFI Kuala Kencana H. Yayan Taryana menuturkan bahwa ibadah qurban mencerminkan pesan Islam bahwa kita hanya dekat dengan Allah bila kita dekat dengan saudara-saudara yang miskin, lemah, duafa dan sebagainya. "Perintah menyembelih hewan qurban seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS sangatlah relevan dan berlaku sepanjang zaman," katanya.

Dalam kesempatan itu, Yayan Taryana juga menyampaikan jumlah hewan qurban yang berhasil dikumpulkan dari para muzaki untuk diteruskan kepada para mustahik. "Dari 350 mudohhi yang mengamanatkan hewan qurban, kami berhasil mengumpulkan 28 ekor sapi dan 76 ekor kambing. Seluruh hewan qurban, alhamdulillah telah kami salurkan kepada sekitar 4.000 mustahik yang tersebar di daerah Satuan Pemukiman (SP) 1 hingga 13, termasuk Pesantren Abdi Nusa di SP5, Timika, Mapurujaya, Paumako, Lapas Timika, warga muslim di sekitar pemukiman Lanal Gorong-gorong, Yayasan Amal Insani Biak Numfor dan Pesantren Nurul Yaqin, Sorong, Papua Barat," sambungnya.
Sementara itu, Manager Central Services Engineering Zulkifli Lambali, mewakili manajemen PTFI mengatakan bahwa ibadah qurban sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan; solidaritas dan kebersamaan yang sangat tinggi sesama manusia. Cinta kita kepada Allah, paparnya, haruslah lebih tinggi dibandingkan dengan harta yang Allah anugerahkan kepada kita. "Harta suatu saat akan lenyap, namun Allah Yang Maha Kuasa tetap kekal abadi. Kelak kita akan menghadapNya dengan berbekal amal yang telah kita perbuat. Sebagai warga muslim yang senantiasa punya kewajiban memberikan contoh terbaik bagi sesama, kita tetap menjunjung produktivitas yang optimal dalam setiap bidang kerja yang kita lakukan," pesannya.

Sebagai bagian dari rangkaian ibadah ied, Ustadz Habib Achmad bin Yunus Al-Muchdor LC dalam kotbahnya mengatakan bahwa merayakan hari raya Idul Adha merupakan sebuah bentuk loyalitas kepada Allah SWT. "Sementara kepribadian Nabi Ibrahim AS yang diuji oleh Allah SWT dengan mengambil sesuatu yang paling berharga darinya, seorang anak yang telah lama didambakannya, patut kita jadikan teladan dalam hidup," paparnya. (bw)

