Di PTFI, keselamatan merupakan prioritas tertinggi. Kebijakan tersebut diimplementasikan pada seluruh Sistem Pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Freeport yang juga berlaku bagi semua perusahaan kontraktor maupun privatisasi yang menyediakan jasa bagi kegiatan operasional kami di Provinsi Papua, Indonesia.
Penerapan program keselamatan efektif bagi kegiatan yang prosesnya sedemikian besar dan berbeda – di mana lebih 18.000 pekerja terlibat pada bidang-bidang penambangan dan penggilingan, arus pengangkutan dan pengolahan bijih, pembangkit tenaga listrik, transportasi darat, penerbangan, kegiatan pelabuhan dan kapal laut, kota hunian, asrama dan sebuah hotel – merupakan upaya yang kompleks. Diperlukan pemusatan perhatian terhadap pengelolaan dan pengawasan serta tatanan pengelolaan keselamatan yang komprehensif bagi setiap aspek operasional; keterampilan tahap pemula, mendasar dan khusus serta pelatihan pengawasan – termasuk kursus penyegaran tahunan; serta sebuah sistem untuk melacak hasil-hasil dan kemajuan dalam mencapai sasaran keselamatan.
PTFI mengukur kemajuan yang dicapainya dengan menggunakan standar internasional melalui Sistem Penilaian Bintang 5 NOSA (National Occupational Safety Association), ditambah dengan Program Akuntabilitas Pengawasan Keselamatan untuk mengukur kinerja pengawasan keselamatan. Setiap tahun sasaran keselamatan dan kesehatan ditetapkan oleh setiap satuan operasional, di mana manajemen dituntut bertanggung jawab atas hasil yang diperoleh. Kinerja di bidang keselamatan dan kesehatan merupakan indikator kunci dalam peninjauan tahunan yang dilakukan terhadap setiap penyelia dan manajer. Dalam riwayatnya, sistem tersebut terbukti cukup berhasil bagi perusahaan kami dan kinerja keselamatan kami secara konsisten menunjukkan hasil yang sangat baik dibanding kegiatan penambangan lainnya di AS maupun negara lain.
Selama tahun 2005, tingkat waktu kerugian akibat kecelakaan untuk setiap 200.000 jam kerja di PTFI adalah 0,13. Angka ini menunjukkan tingkat perbaikan sebesar 28 persen dibanding tahun 2004. Hasil yang sangat baik dibanding angka rata-rata industri pertambangan logam di AS sebesar 1,9. Tingkat cedera yang dilaporkan pun menunjukkan perbaikan menjadi 0,38, atau peningkatan sebesar 17 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka rata-rata pada industri pertambangan logam di AS adalah sebesar 3,27.

