Tentang
Institut Pertambangan Nemangkawi

Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN), atau Nemangkawi Mining Institute, adalah Institusi Pendidikan yang didirikan oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) di bawah Yayasan Institut Pertambangan Nemangkawi. IPN dikelola oleh Departemen Quality Management Services PTFI. IPN berlokasi di atas tanah seluas 6 hektar di dalam area Light Industrial Park PTFI. Tujuan IPN adalah untuk menyediakan program pre-apprentice, apprenticeship, dan kesempatan pengembangan karir lanjutan, terutama bagi orang-orang Papua.

Sejarah IPN

2003
IPN didirikan bermula dari komitmen kepada Pemerintah Indonesia untuk menggandakan jumlah karyawan Papua dalam angkatan kerja PT Freeport Indonesia (PTFI) pada tahun 2001 dan menggandakannya lagi pada tahun 2006. Untuk mengembangkan tingkat keterampilan kerja yang sesuai bagi orang-orang Papua untuk memenuhi komitmen ini, CEO PTFI juga berjanji untuk mendirikan sebuah institut pelatihan. Konsep untuk IPN disetujui oleh PTFI Manpower Review Board pada pertengahan tahun 2003.

2004
Yayasan Nemangkawi (Yayasan Institut Pertambangan Nemangkawi) didirikan di Timika, pada tanggal 4 Mei 2004. Dengan konsep pengembangan dan pendanaan yang disetujui oleh manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI), pekerjaan dimulai dengan proyek yang bernilai 550,000 dolar AS, Renovasi Gedung Nemangkawi Tahap 1, memperluas workshop yang ada di Nemangkawi untuk pelatihan pekerjaan bagi apprentice Alat Berat, Millwright, dan Welding. Manajemen PTFI juga menyetujui dana lain sebesar 2,700,000 dolar AS untuk membangun perpustakaan (resource center) tambahan, blok ruang kelas, workshop besar dan pendopo serta fasilitas tempat makan bagi apprentice.

Pendaftaran apprentice meningkat hingga 550 orang. Jumlah pilihan pelatihan kerja yang ditawarkan dalam program apprenticeship juga meningkat secara signifikan dari 3 pekerjaan utama pada tahun pertama hingga 18 pekerjaan, dari total 33 pekerjaan yang berbeda untuk posisi-posisi entry level. Program Pendidikan untuk Orang Dewasa juga dibentuk pada tahun 2004.

2005
Pekerjaan konstruksi bangunan dimulai oleh apprentice jurusan Operator Alat Berat dan Bangunan, termasuk juru las (welder), tukang kayu sipil (civil carpenter), dan apprentice tukang kayu dan pengecat umum (carpenter and painter apprentice).

Pendaftaran apprentice mencapai 1.000 orang.

PT Freeport Indonesia (PTFI) dan mitra usaha patungan kami sejak 1996 telah berkomitmen untuk memberikan sebagian pendapatan bagi kesejahteraan masyarakat lokal melalui Dana Kemitraan Freeport untuk Pengembangan Masyarakat. Dana kemitraan dikelola dan diberikan oleh organisasi yang disebut Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK). Pada 2005, LPMAK dan PTFI sepakat masing-masing berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada 100 pre-apprentice.

2006
Pembangunan perpustakaan, blok ruang kelas diselesaikan pada bulan Desember. Seluruh pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh apprentice.

IPN sekarang sedang mempersiapkan pendaftaran sebagai Organisasi Pelatihan Terdaftar (RTO) di Australia untuk memperoleh akreditasi international.

Usaha yang sungguh-sungguh telah diarahkan untuk memenuhi standar kualitas seperti materi pelatihan yang sesuai dikembangkan, akreditasi instruktur dan fasilitas yang ditetapkan sesuai dengan standar internasional.

2007

  • Workshop dan pembangunan blok ruang kelas ketiga dimulai oleh apprentice Jurusan Bangunan.
  • Proyek konstruksi simulasi Underground sedang berlangsung, yang merupakan bagian dari proyek senilai 8.600.000 dolar AS termasuk peralatan tambang bawah tanah dan perluasan sekolah pelatihan QMS Underground di dataran tinggi.
  • Dilanjutkan dengan aplikasi Akreditasi RTO. Mengembangkan alat bantu pelatihan untuk mendukung bagan kompetensi Mekanik Alat Berat - ‘Caterpillar Five Streams’.
  • Mempersiapkan Fasilitas Pembelajaran Interaktif Multimedia Caterpillar.